Langsung ke konten utama

Postingan

Adakah....

Bismillah... Adakah yang lebih mulia dari bersiap menjadi Ibu? Mual dan bertambah payah yang bertambah-tambah... Adakah yang lebih membanggakan dari bersiap mejadi Ibu? Kala yang wanita lain masih banyak yang menunggu.. Mata Hari

Perihal Mendengarkan

Bergumam, Sudah.... banyak-banyak menyimak dan belajar, jangan menuntut siapa-siapa untuk mendengarkan atau memahamimu bulat-bulat. Tapi, lucu memang, mungkin belum sabar, karena memang sabar tanpa batas, saat sudah di tepi luapan. Pengen pergi aja ya... biarin lah ya, gausah repot-repot mikirin :) yang penting kerjaan gua beres.. Tapi apalah, bukan sebatas, urusan ini kerjaan gua atau bukan, tapi rasa gelisah atas ketidaksinergisan.. ironis ya. Memalukan. Memang lebih baik bungkam sekalian. sekali bicara malah timbul prasangka. lucu memang, untuk apa kompromi dengan manusia, kebenaran akan tampak jika memang Allah izinkan. kemudahan akan diberikan karena memang Allah yang tentukan, dan, rasa lapang,dimuliakan, kepercayaan itu, Allah yang tentukan kapan siap dimahkotai dan direnggut :) Mata Hari

mungkin di jalan yang lain yang lebih sepi, atau di cafe yang lain yang lebih terasing

Bismillahirrahmanirrahiim.... Sudah lama aku mengejar dan mencari rasa tenang.. aku memutar roda, mengendara membelah sepi. Menekan klakson dalamdalam supaya sepi takut mendekat.. tapi lihat kan, sepi malah bersam angin makin menyelimut penuh badan, terasa hingga ujung kuku kaki. Ku parkir dan mencari cafe paling tenang, mencicip tawaran rasa coklat hangat, memilih harga tertinggi. Kuharap, uangku bisa membeli rasa hangat dari seruput coklat yang disajikan waitress waitrees berpakaian rapi dan bersenyum manis. Ku ulang berhari hari, Berkali kali. Membisiki batin. “mungkin di jalan yang lain yang lebih sepi, atau di cafe yang lain yang lebih terasing” Direktori, September 2015 Mata hari

Kenapa Mars?

Mars mungkin tempat  bisa berlari tanpa letih. Melompat, melayang luas tanpa batas. Sibuk dengan Tenis, golf, diskusi, buku,  atau  apapun. Mars seharusnya lebih nyaman. paling tidak memiliki kadar coklat dan gula yang berbeda dengan makhluk bumi. Aku ingin ke Mars.

Bagaimana menjawab pertanyaanya...

Saat itu gerimis... kaca jendela penuh rintik hujan, satu-satu berlomba jatuh mendahului.. kami , berdua menatap dari dalam hangat.. tidak mau memikirkan apa yang memepengaruhi kecepatan jatuhnya.. bisa jadi diameter, posisi menempel, besar gaya gesek kaca, beda pengaruh tiupan angin dalam jeda milimeter.. kami tidak mau berfir serumit itu.. toh, sudah terlalu rumit cerita kami disatukan..  kubuka saja percakapan ringan dalam hangat malam itu,  " Papa kemarin  bertanya..." dia menyahut, "tentang?" aku hela nafas, "tentang kamu..." sambil memperbaiki posisi duduk , tidak lagi bersender di bahunya, aku raih tangnnya, dan melanjutkan ucapan barusan. " tentang kamu,  apa kamu bisa menyangi aku seperti Papa?" dia mengubah posisi duduk, menghadap aku, terlihat teratarik dengan lanjutannya.. "lalu kamu jawab apa?" "aku ga jawab, soalnya aku ga tau jawabannya"  aku mengangkat bahu tanggapan dari raut wajahnya...