Langsung ke konten utama

Ini Kenapa Memilih Tetap Berkarya di sini, Telkom Indonesia

Bismillah,


Banyak sekali rekan sejawat yang menyangsikan bahwa status gw sekarang adalah seoarang wanita bekerja dengan dua bayi. Terutama sahabat dekat, semakin dekat malah semakintidak percaya, seorang Sabila masih tetap bekerja.

Maka izinkan gue bercerita kenapa tetap survive untuk berkaraya dan hidup serta menghidupi perusahaan ini, Living in Telkom totally merubah cara pandang dan gaya hidup seorang Sabila

Perjalanan diperusahaan korporasi besar bernama Telkom ini mirip kaya naik roller coaster, pada bagian landai tenang, tapi banyak bagian yang harus teriak atau nangis biar ga gila. ehe.


Well, Sahabat berikut ulasan, semoga bisa tercerahkan

nah...... So Far, gue sudah  menerima 7 kali SK Penempatan dari HCBP di 3 CFU berbeda, Enterprise, Consumer, serta  Bisnis dan Governmet dengan Fungsi Unit yang juga macem-macem . Apa itu CFU? apa itu direktorat dan apa itu Unit Function? bs diringkas dalam gambar ini.

Gambar Organisasi gue dapet dari google, btw niat juga yang upload.
link disini kalo mau liat dokumen lengkap.

Mencurhatkan setiap pekerjaan dengan job function nanti jadi panjang,
Sdikitnya gw  pernah ngerasainAccount Manager (AM), Kepala Unit Bisnit salah Satu Area sampai sekarang di tim perumus kebijakan di Direktorat.
Tantangan menjadi Acount Manager Enterprise tentu berbeda dngan AM Business di Area. Target satu kepala AM Entrerise sama seperti Satu Area Telkom, evaluasi One on One untuk tanggung jawab sendiri, sedangkan di AM Area berdasarkan pengalaman gw di Jogja, treatment ke Customernya juga udah beda cerita.















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teknisi IndiHome dan Seharian main game

 Bismillah Seharina full di luar, sampe battrei about to die. Dari ngurus BPJS TK, kantor polisi dan Bank. Nitip 3 anak ke ART dan Ipar tetangga.  Ya, ART nya megang sibocil 1 tahun. 2 Kakak nya main sebentar dan abis itu nge game sampe cape.  Dari jam 10 pagi sd jam 12siang. Astagfirullah. Pulang-pulang, w diemin. literally. ya kan mereka ga bisa menej diri. Padahal w udah bilang maksimal ada jamnya. Pada sore hari, datanglah 2 teknisi IndiHome. Yang satu lebih senior paruh baya, ditemani oleh yang lebih muda ya mungkin usia 20an. Sebagai orang yang senang basa-basi, setelah beberes, aku jamu mereka dengan yang ada di rumah.  DIatas meja makan, sambil menghabisi nata decoco di gelas mereka, ceritah tentang tanggung jawab yang mereka emban. Bersama dengan anak2 di kursi masing-masing, Ternyata mereka bekerja shift sore sd jam 1 malam dengan tanggung jawab penyelesaian tiket gangguan maksimal 24 jam dengan garansi layanan maksimal 3 bulan, target mengelola setelah ada...

Sebuah refleksi dari buku : All I need to know is what i learned in Kindegarten- chapter 1

 Bismillah, Buku pada judul yang ku sebut diatas didapatkan sesuai dengan rekomndasi dari Bpk Anies Baswedan pada live tiktok di masa kampanyenya. Aku as the one who take a part in this condition, nurturing a baby, a 7 y.o boy and a 5 y.o daughter been feel so relate.  Apalagi mengingat throw back momen, bahwa saat ta'aruf session di perjalanan menuju lepas lajangku, aku bersedia melepas atribut BUMN dan mau pulang ke akar rumput menjadi guru TPA. Sebuah hal yang tidak mengerti oleh gurunda yang menjadi penyambung aku dan suami di kala itu. Karena aku ingin, anak-anak TPA yang identk dengan sesuatu yang tidak berkelas mendapat akses global society. alhamdulillah, bener saja, harapanku sekarang.. membangun sebuah bisnis untuk anak usia dini.. Oks, back to the topic, let me start Memang menarik, mendidik value pada masa anak-anak sekarang adalah elemental. menjadi bagian untuk ambil peran dari human society Menyiapkan anak-anak kita untuk menjadi pewujud doa setiap hari, mutaqqi...

Ratusan Orang Menunggu Bantuan Tapi Sebenarnya sedang terusir di rumah

​bismillah, catatan hari ini, Aku meeting dengan pimpinan PMO PAUD Flores Timur. Menaungi 300 lebih PAUD yang hasilndiskusinya akan diadakan training mengenai cara belajar. Alhamdulillah  disambut baik, meski aku di Oxford, hatiku tertinggald i Indonesia. Ku habiskan energiku untuk mengabdi di negeri ini. Sekarang ku inginn curahkan dalam kondisi kwtidakpastian mengenai tenpat tinggal di UK karena kmrn ketemu aama  pihak manager alias land lordnya Memang idealnya di Uk itu satu anak dpt 1 kamar. Jadi disini, jumlah anak kami 4, tapi kamar hanya ada 2. Dan ada alasan lain kenapa kami harus dipertimbangkan utk pergi. Hari-hari disini dlam ketidak pastian tapi di lain hal mendapat banyak kesempatan untuk berbagi. Ya Allah beri kami kemudahan.. Oxford, 12 Maret 2026