Langsung ke konten utama

Merefleksikan Kecerdasanku

Mau mendokumentasikan rasa syukur karena bisa scale up potensi dari apa yang Allah kasih sebagai kategori manusia ber-otak cerdas istimewa tapi cara outlayer 🤣😛🙏🏻


Hai aku cuma IRT di sempilan dusun Oxford, aku mau cerita tanpa tujuan sombong karena mendadak aja refleksi pertahanan hidupku skrg atas dasar intelegensi yg bukan dari panggung olimpiade.Sehingga ini membawaku pada PoV Bijaksana dalam membawa pendidika untuk anaku kelak.


Meski memang hasil asesment psikolog, selalu berbakat dan superior. Tapi bs terus bertumbuh ternyata bukan selalu berlandas pada kecerdasan. Pada kehidupanku pencapaian kebanyakan karena bisa memvalue kehadiran orang


Poin pertama bisa memikat banyak orang, dilamar sd 5 orang. Bukan krn aku cantik dan pintar. Krn kenyataanya ga ada satupun orang yg suka dalam pandangan pertama. Mereka jatuh hati karena nyaman dan sering merasa berharga. Jadi imho, memikat dengan pricetag mahal sbnrnya bs kalah dg yg bs bikin nyaman saat digunakan. Orang akan sacrifice apapun utk dpt yg pas buat dipake 😉 


Poin selanjutnya meretensi hubungan. Suamiku adalah orang yg keras dan dingin. Tapi bisa meleleh dan hangat dalam kebersamaan sd hari inj. Tentu krn pertolongan Allah tapi diiringi ikhtiarku setiap hari bisa menjadikan dia merasa sebagai idola anakanak, pahlawanku setiap saat. Akulah panglima Paling banyak muji 1000x sehari, biar dia tau betapa kuat figurnya, dan kangen utk segera pulangz


Hal critical lain adalah menjaga support sistem. Misalnya bikin Asisten Rumah Tangga betah kerja. Most likely average 3tahun . Biasanya berlinang meninggalkan momen kerja sama aku. Padahal ngasi THP standar. Tapi sll menyempatkan dengar pencapaian anak2 dan keluarg. Kalo aku cape, stress sm rutinitas, ngajak makan di meja yg sama dan mendengar keluh kesah mereka. Aku jd lupa capeknya, ternyata hidup mereka lbh cape.sebuah cara cepet bersyukur


Hal lain yangbmenurutku penting, disaat ketemu sama circle high level ga usah ngerasa inferior jg ga usah repor mikirin personal branding. Karena, di lingkaran Oxford sekalipun, yg uda tau la pinternya kaya apa, para suaministri progresif, take it easy aja. Modalnya calm dn stay hungry and foolish. Hisap semua energy baik mereka. Ambil seluruh inspirasi dn manner dalam tindakan mereka. Gausah banyak cerita pencapaian diri sendiri ke orang yang pinter dan sukses. Sekarang yang paling penting adalah, menemukan titik kolaborasi kebaikan bersama. Dimulai dari yang paling simple saja sat bermuamalah..



Gitu deh,

Seneng rasanya bisa ngeblog lagi! 



Oxford, 6 bulan lagi pulang heheh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teknisi IndiHome dan Seharian main game

 Bismillah Seharina full di luar, sampe battrei about to die. Dari ngurus BPJS TK, kantor polisi dan Bank. Nitip 3 anak ke ART dan Ipar tetangga.  Ya, ART nya megang sibocil 1 tahun. 2 Kakak nya main sebentar dan abis itu nge game sampe cape.  Dari jam 10 pagi sd jam 12siang. Astagfirullah. Pulang-pulang, w diemin. literally. ya kan mereka ga bisa menej diri. Padahal w udah bilang maksimal ada jamnya. Pada sore hari, datanglah 2 teknisi IndiHome. Yang satu lebih senior paruh baya, ditemani oleh yang lebih muda ya mungkin usia 20an. Sebagai orang yang senang basa-basi, setelah beberes, aku jamu mereka dengan yang ada di rumah.  DIatas meja makan, sambil menghabisi nata decoco di gelas mereka, ceritah tentang tanggung jawab yang mereka emban. Bersama dengan anak2 di kursi masing-masing, Ternyata mereka bekerja shift sore sd jam 1 malam dengan tanggung jawab penyelesaian tiket gangguan maksimal 24 jam dengan garansi layanan maksimal 3 bulan, target mengelola setelah ada...

Sebuah refleksi dari buku : All I need to know is what i learned in Kindegarten- chapter 1

 Bismillah, Buku pada judul yang ku sebut diatas didapatkan sesuai dengan rekomndasi dari Bpk Anies Baswedan pada live tiktok di masa kampanyenya. Aku as the one who take a part in this condition, nurturing a baby, a 7 y.o boy and a 5 y.o daughter been feel so relate.  Apalagi mengingat throw back momen, bahwa saat ta'aruf session di perjalanan menuju lepas lajangku, aku bersedia melepas atribut BUMN dan mau pulang ke akar rumput menjadi guru TPA. Sebuah hal yang tidak mengerti oleh gurunda yang menjadi penyambung aku dan suami di kala itu. Karena aku ingin, anak-anak TPA yang identk dengan sesuatu yang tidak berkelas mendapat akses global society. alhamdulillah, bener saja, harapanku sekarang.. membangun sebuah bisnis untuk anak usia dini.. Oks, back to the topic, let me start Memang menarik, mendidik value pada masa anak-anak sekarang adalah elemental. menjadi bagian untuk ambil peran dari human society Menyiapkan anak-anak kita untuk menjadi pewujud doa setiap hari, mutaqqi...

If it was easy, every one will do it

 Bismillah.. Finally i have a better motivation to my daily life this morning from reels. about a PhD mom who get scholarship and do as a house wife masya Allah. before i failed for the 3rd time to get scholarship from LPDP, mainwhile another friend show on their social media about their achievment pass that apportunity even they are a career woman. more over there is anbother get the PhD masya ALlah. however, it is because i have not ready yet for the condition :D beside in my condition of the lowest poin there is another frien who is asking for making a project for orphanage. masya ALlah i wish this gonna be my legacy to after life in sya Allah.. Mata hari